Mendidik Anak di Bulan Ramadhan

Mendidik Anak di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan furshah (kesempatan emas) untuk mendidik anak mengajarkan terbiasa beribadah sejak dini. Bukan hanya ibadah puasa saja, tapi juga ibadah lainnya, seperti sholat, Al Qur’an, sunah, sedekah, zakat dan Lainnya.

1. Shalat Wajib dan Tarawih Tepat Waktu dan Berjama’ah

Dari Ummu Farwah, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, amalan apakah yang paling afdhol. Beliau pun menjawab, “Shalat di awal waktunya.” (HR. Abu Daud no. 426. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Kita tahu bahwasanya seorang anak yang berumur 7 tahun atau 10 tahun belum baligh, belum wajib untuk shalat, akan tetapi orangtua diperintahkan untuk mendidik mereka.

Artinya bahwa jika orangtua membiarkan anak-anaknya tidak shalat pada umur 10 tahun maka orangtua yang berdosa, orangtua yang salah jika sehingga anaknya setelah besar tidak shalat karena saat anaknya masih kecil orangtua tidak perhatian dan tidak memerintahkan shalat.

2. Puasa

Disebutkan dalam atsar dari Rabi’ Bintu Muawwidz radhiyallahu ‘anhu mengatakan:

Kami dahulu para shah?bat berpuasa dan kami memerintahkan anak-anak untuk berpuasa. Kami buatkan mainan bagi mereka mainan yang terbuat dari kain wol.” (kalau salah seorang anak menangis maka kami berikan mainan tersebut sampai mereka lupa/lalai sehingga datang waktu berbuka puasa). (HR. Bukhari)

Jadi, mereka para salaf dahulu melatih anak-anak mereka untuk melaksanakan ibadah puasa sejak kecil.
Ini adalah atsar yang sangat agung yang menjelaskan bagaimana perhatian para ulama salaf, selain mereka berpuasa juga mereka melatih anak-anak mereka untuk melaksanakan ibadah puasa, bahkan mereka berusaha membantu dengan membuat mainan untuk anak-anak.

Ini kita mengajari kepada anak tentang pentingnya bersabar menunggu ifthar, pentingnya pengorbanan. Kita jelaskan kepada anak-anak tentang:

• Keutamaan puasa
• Pahala-pahala besar yang tanpa batas yang Allah sediakan bagi orang yang berpuasa
• Adanya pintu surga yang bernama “Rayyan”
• Bagaimana orang yang berpuasa akan bergembira tatkala bertemu dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Sehingga mereka termotivasi sejak kecil untuk melaksanakan ibadah puasa.

3. Al Qur’an dan As Sunnah

Setiap muslim pasti sering mendengar bahwa bulan Ramadhan adalah bulannya Al-Quran. Karena memang sangat banyak sekali dalil yang menunjukkan hal ini.

Pada kesempatan Ramadan, Ayah Bunda bisa menjadwalkan rutin untuk ananda belajar Al Qur’an. Dari belajar tajwid, tafsir Al Qur’an hingga kisah-kisah terbaik yang penuh hikmah, dengan gaya bahasa anak yang mudah dimengerti oleh mereka tentunya.

Selain itu, bisa ajarkan anak-anak sunah bulan Ramadan, seperti mengakhirkan sahur, menyegerakan berbuka, mengkhatamkan Al Qur’an, memberi makan orang berbuka dsb.

4. Sirah Nabawiyah

Diantara manfaat yang kita peroleh dari memahami sejarah nabi adalah mengetahui contoh teladan terbaik dalam menjalani kehidupan ini.

5. Adab dan Akhlak

SECARA etimologi, kata “adab” dimaknai sebagai kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak. Bahwa berpuasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah Subh?nahu wa Ta’?la. Tanamkan kejujuran dan perkataan yang baik, harus mampu menahan amarah lainnya.

6. Sedekah & Zakat

Sesuai hadits, sedekah yang terbaik adalah sedekah pada bulan Ramadan. Ayah Bunda bisa membuat proyek sedekah bersama ananda. Misal : Menyisihkan uang jajan mereka Rp. 2000/hari, atau menyortir dari lemari baju yang sudah tidak muat tetapi masih layak pakai, membuat parcel berisi beragam alat tulis – untuk diberikan kepada anak panti asuhan. Atau bisa juga mengajak ananda untuk berbuka bersama di panti asuhan.

Ayah Bunda bisa mengajarkan kepada anak penjelasan tentang zakat, takaran, rukun dan syarat sahnya. Libatkan mereka dari proses menimbang sampai pendistribusian ke masjid.

7. Umrah di Bulan Ramadhan

Jika Ayah bunda memiliki rejeki lebih, bisa mengajak ananda untuk melakukan ibadah Umrah.
Beribadah umrah bisa dilakukan sepanjang tahun. Tetapi umrah di bulan Ramadhan mempunyai nilai pahala yang lebih tinggi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Umrah di bulan Ramadhan (pahalanya) menyerupai haji” (HR. Tirmidzi)

Bimbingan tersebut di atas harus secara kontinyu dipupuk di bulan Ramadhan, sehingga setelah puasa berakhir anak telah terbentuk kebiasaan, pengetahuan dan insyaAllah karakter yang baik. Dan harapannya orang tua tinggal melanjutkan saja di luar bulan Ramadan.

“Harta terindah dan terbaik yang dimiliki orangtua yaitu anak shalih karena anak shalih tersebut akan memberi manfaat kepada orangtua jika dia telah meninggal dunia.”

Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dengan limpahan pahala didalamnya. Setiap amalan yang dilakukan di dalam bulan Ramadhan, pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah Ta’ala. Berikut ini ulasan tentang keutamaan bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat.

Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

1. Bulan Ramadhan Merupakan Bulan Diturunkannya Al-Qur’an.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al-Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”. (QS. Al Baqarah : 185).

Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat yang mulia ini beliau mengatakan, “(Dalam ayat ini) Allah ta’ala memuji bulan puasa yaitu bulan Ramadhan dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ‘alaihimus salam”. (Tafsirul Qur’anil Adzim, I/501, Darut Thoybah).

2. Ketika Bulan Ramadhan Tiba, Setan-setan Dibelenggu, Pintu-pintu Neraka Ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu”. (HR. Muslim).

Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Hadits di atas dapat bermakna, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan tersebut”. Al Qodhi ‘Iyadh menambahkan, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu”. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/188).

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Pintu-pintu surga dibuka pada bulan ini karena banyaknya amal saleh dikerjakan sekaligus untuk memotivasi umat islam untuk melakukan kebaikan. Pintu-pintu neraka ditutup karena sedikitnya maksiat yang dilakukan oleh orang yang beriman. Setan-setan diikat kemudian dibelenggu, tidak dibiarkan lepas seperti di bulan selain Ramadhan”. (Majalis Syahri Ramadhan, hal. 4, Wazarotul Suunil Islamiyyah).

3. Pada Bulan Ramadhan Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan.

Pada bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yang disebut malam lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ – وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ – لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan”. (QS. Al Qadr 1-3).

Allah ta’ala juga berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”. (QS. Ad Dukhan : 3).

Ibnu Abbas, Qotadah dan Mujahid mengatakan bahwa malam yang diberkahi tersebut adalah malam lailatul qadar. (Ruhul Ma’ani, 18/423, Syihabuddin Al Alusi).

4. Bulan Ramadhan adalah Salah Satu Waktu Mustajab Dikabulkannya Doa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan”. (HR. Al Bazaar dari Jabir bin ‘Abdillah, dalam Mujma’ul Zawaid, Al Haytsami mengatakan periwayatnya tsiqoh (terpercaya).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizhalimi”. (HR. At Tirmidzi : 3598, beliau mengatakan hadits ini hasan).

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal dia berpuasa hingga akhirnya, karena dia dinamakan orang yang berpuasa ketika itu”. Imam An-Nawawi juga mengatakan, “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya”. (Al Majmu’ 6/375).

Dengan penjelasan diatas selayaknya kita lebih bersemangat untuk meningkatkan amalan shalih di bulan Ramadhan. Terlebih lagi, pada bulan Ramadhan pahala dilipatgandakan, dibukakannya pintu-pintu surga, ditutupnya pintu-pintu neraka dan dibelenggunya setan-setan. Semoga Allah memberi kemudahan kepada kita supaya tetap dijalan-Nya yang lurus.