Menanamkan Keutamaan Puasa kepada Anak-anak

Ayah Bunda yang semoga dirahmati Allah, Masya Allah, saat ini sudah semakin dekat dengan bulan Ramadhan ya. Semoga Allah perkenankan kita dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan kemuliaan juga penuh keutamaan.

Bulan Ramadhan adalah saatnya kita menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Apakah Ayah Bunda juga sudah akan mengajak anak-anak untuk berlatih puasa?

Anak-anak yang belum mukallaf (belum terkena beban kewajiban) memang belum diwajibkan untuk berpuasa karena mereka belum baligh. Akan tetapi, Allah Ta’ala membebani kedua orang tua untuk mendidik anak-anaknya dalam beribadah. Para shahabat yang mulia radhiallahu anhum mengajarkan puasa kepada anak-anaknya sewaktu kecil untuk membiasakan dalam ketaatan yang agung ini. Semua itu menunjukkan perhatian yang besar terhadap keturunan agar tumbuh sebaik mungkin pada sifat dan perilakunya.

Untuk membiasakan anak-anak berpuasa kita perlu usaha yang besar dengan memberikan motivasi kepada mereka. Orangtua bisa memotivasi dengan memberi hadiah jika ia mampu berpuasa, menyiapkan makanan yang menggugah selera dsb. Namun, hal terpenting yang perlu kita tanamkan ke anak adalah apa tujuan kita berpuasa. Bahwasanya berpuasa adalah perintah dari Rabb yang menciptakan kita juga yang memberi rezeki kepada kita. Hal ini merupakan landasan pendidikan akidah yang seharusnya ditanamkan sejak mereka anak-anak.

Kita bisa memulai dengan menyampaikan bahwa berpuasa adalah ibadah yang Allah perintahkan yang di dalamnya ada keutamaan-keutamaan. Berikut ini adalah keutamaan-keutamaan puasa :

1. Puasa adalah jalan meraih takwa

Allah Ta’ala berfirman
“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan bagi kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan pada orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183).

Allah Ta’ala menyebutkan dalam ayat di atas mengenai hikmah disyari’atkan puasa yaitu agar kita bertakwa. Karena dalam puasa, kita mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

2. Puasa adalah penghalang dari api neraka

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallau ‘alaihi wasallam bersabda, ”Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa neraka.”HR. Ahmad 3: 396.

Dari Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa melakukan puasa satu hari di jalan Allah (dalam melakukan ketaatan pada Allah), maka Allah akan menjauhkannya dari neraka sejauh perjalanan 70 tahun.” HR. Bukhari no. 2840.

3. Amalan puasa akan memberikan syafa’at di hari kiamat kelak

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”Puasa dan Al Qur’an itu akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Puasa akan berkata, ’Wahai Rabbku, aku telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafa’at kepadanya’. Dan Al Qur’an pula berkata, ’Aku telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafa’at kepadanya.’ Beliau bersabda, ’Maka syafa’at keduanya diperkenankan.’“HR. Ahmad 2: 174.

4. Orang yang berpuasa akan mendapatkan pengampunan dosa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni”. HR. Bukhari No. 38 dan Muslim no. 760.

5. Pintu surga Ar Rayyan bagi orang yang berpuasa

Dari Sahl bin Sa’ad, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “ar rayyan” Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa?” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya.” HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152.

6. Orang yang berpuasa memiliki waktu mustajab terkabulnya do’a

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi”. HR. Ahmad 2: 305.

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal ia berpuasa hingga akhirnya karena ia dinamakan orang yang berpuasa ketika itu.” Al Majmu’, 6: 273.

Kata Imam Nawawi, “Disunnahkan orang yang berpuasa berdoa saat berpuasa dalam urusan akhirat dan dunianya, juga doa yang ia sukai, begitu pula doa kebaikan untuk kaum muslimin.” Al Majmu’, 6: 273.

Demikian beberapa keutamaan puasa yang bisa kita sampaikan kepada ananda. Semoga kita dimudahkan dalam membiasakan anak-anak kita berpuasa. Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Ayah dan Bunda Serta Sobat IbnuSyamil.
Ayoo Ayah Bunda kita berikan hadiah kaos Islami IbnuSyamil Untuk Anak Kita.
Silahkan berbelanja kurma, kaos muslim, koko, gamis di IbnuSyamil Store
Jl. Achmad Adnawijaya No.100A, Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, 16152 Indonesia

Untuk Pemesanan Bisa Via WA 1 : 081297298646 Atau WA 2 : 087873992990

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *