Menanamkan Kejujuran Pada Anak

“Tinggalkan apa yang membuatmu ragu dan ambillah apa yang membuatmu tidak ragu. Sebab, kejujuran menyebabkan ketenangan dan dusta menyebabkan kebimbangan”. (HR. Tirmidzi)

Banyak yang bilang bahwa di jaman sekarang kejujuran merupakan barang langka yang susah ditemukan. Benarkan demikian, Ayah Bunda? Tentunya sebagai orang tua, kita menginginkan anak-anak yang merupakan generasi masa depan, menjadi pribadi yang jujur dan berakhlak mulia. Tapi tentu saja, hal itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan kerja keras, keistiqomahan dan tentu saja yang paling utama adalah keteladanan dari kita, orang tuanya.

Dalam ajaran Islam terdapat sejumlah kewajiban yang mesti dilaksanakan oleh para orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Salah satu kewajiban itu adalah memberikan pendidikan akhlak agar mereka memiliki budi pekerti yang baik. Di antaranya adalah menanamkan sikap jujur pada anak-anak sedari usia dini. Mengapa? Karena berbohong merupakan akhlak yang sangat buruk, sampai-sampai Islam memandangnya sebagai tanda-tanda kemunafikan.

Meski sebagai orang tua tentunya kita berharap anak-anak selalu jujur,
namun mungkin ada saatnya anak kita berkata tidak jujur.

Ada beberapa hal yang biasanya mendorong anak untuk berbohong, Ayah Bunda, yaitu:

1. Anak balita belum bisa membedakan fantasi dan kenyataan, jadi Ayah Bunda harus tahu saat mereka sedang berimajinasi dan tak bermaksud untuk berbohong.

2. Melihat atau mencontoh orang dewasa di sekitarnya. Ayah Bunda pernah membaca cerita tentang anak yang disuruh mengatakan kepada tamu yang datang bahwa ibunya tidak di rumah? Itu adalah salah satu contoh perilaku tidak jujur yang secara tidak sadar diajarkan orang tua kepada anaknya.

3. Anak mempunyai pengalaman jika berkata jujur malah dimarahi oleh orang tua mereka. Dilema ya jadi anak-anak, selalu dipesankan untuk berkata jujur, tapi saat melakukannya justru orang tua lebih fokus kepada kesalahan dan memarahinya. Kita jangan begitu ya, Ayah Bunda.

4. Anak mempunyai pengalaman bahwa orang dewasa disekitarnya tidak menepati janji. Terkadang jurus menjanjikan sesuatu digunakan sebagai jalan pintas untuk mendiamkan anak. Namun, apa jadinya jika ternyata orang tua tak benar-benar menepatinya? Apalagi jika ini terjadi berulang kali, maka anak juga tidak akan menghargai sebuah janji.

Lalu, bagaimana cara menanamkan kejujuran pada anak? Fitrahnya anak-anak terlahir sebagai pribadi yang jujur, maka kewajiban kita untuk menjaganya tetap demikian. Dan berikut, beberapa cara yang bisa dilakukan oleh Ayah Bunda:

1. Tanamkan aqidah pada anak, untuk mengenal Allah dan selalu mengingatNya. Bahwa Allah selalu bersama kita. Jelaskan pula tentang akibat negatif dari kebiasaan tidak jujur, juga tentang balasan yang akan diberikan oleh Allah jika kita tidak jujur.

2. Berikan perhatian, rasa aman dan rasa berharga dalam diri anak. Perhatian dalam bentuk sentuhan fisik dan waktu bersama yang berkualitas sehingga akan tercipta kelekatan psikologis (bonding) dan akan membuat anak merasa aman. Rasa berharga didapat dengan menerima anak secara utuh dengan segala kelebihan dan kekurangannya, mendengar aktif, mengakui perasaan anak, serta mengapresiasi perbuatan baik mereka dan meminimalisir kritik.

3. Jangan sungkan meminta maaf pada anak jika Ayah Bunda terlanjut berbuat salah atau tidak bisa menepati janji. Ajak anak bicara dari hati ke hati dan beri pengertian kepadanya. Paling tidak, ada wujud tanggung jawab atas apa yang sudah pernah Ayah Bunda sampaikan kepada mereka.

4. Kejujuran merupakan konsep yang abstrak untuk anak, karena itu kita perlu membuatnya menjadi kongkrit agar mudah dipahami. Ayah Bunda bisa mengajarkannya melalui modelling (contoh), role playing, berkisah atau melalui buku bacaan, maupun studi kasus dari kejadian sehari-hari.

Demikian Ayah Bunda, beberapa tips untuk menanamkan kejujuran kepada anak. InsyaAllah di masa yang akan datang, kejujuran tak lagi menjadi barang langka yang sulit ditemukan, ya. Semoga anak-anak kita akan menjadi pribadi berakhlakul karimah seperti yang kita harapkan, yang di tangan merekalah terletak kejayaan Islam. MaasyaAllah.
Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Ayah dan Bunda Serta Sobat IbnuSyamil.
Ayoo Ayah Bunda kita berikan hadiah kaos Islami IbnuSyamil Untuk Anak Kita.
Silahkan berbelanja kurma, kaos muslim, koko, gamis di IbnuSyamil Store
Jl. Achmad Adnawijaya No.100A, Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, 16152 Indonesia

Untuk Pemesanan Bisa Via WA 1 : 081297298646 Atau WA 2 : 087873992990

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *