Memanah, Sunnah Nabi Yang Mulai Banyak Diamalkan

Salah satu sunnah yang bisa kita amalkan baik dalam bulan ramadhan ataupun tidak adalah memanah. Memanah adalah salah satu sunnah Rasulullah SAW. yang mulai ramai diamalkan saat ini. Dalam sejarahnya panah adalah salah satu senjata yang paling ampuh yang digunakan Rasulullah SAW., sahabat, maupun generasi setelahnya. Banyak kisah peperangan yang dilakukan umat islam dengan menggunakan senjata panah. Salah satu peperangan itu terjadi dalam perang uhud, yang ketika itu pasukan pemanah Rasulullah SAW. dipimpin oleh Abdullah bin Zubair. Diantara sahabat Rasulullah SAW. yang mahir dan terkenal dalam menggunakan panah salah satunya adalah Saad bin Abi Waqqash. Bahkan beliau dalam setiap peperangan selalu menggunakan anak panahnya untuk menyerang musuhnya. Sehingga pantas ketika masa kekhalifahan Saad bin Abi Waqqash diangkat oleh Umar bin Khattab sebagai panglima perang.

Pada perkembangannya memanah adalah aktivitas yang sudah biasa dilakukan oleh para prajurit saat berperang. Awalnya aktivitas memanah digunakan untuk berburu dan kemudian berkembang menjadi senjata dalam pertempuran. Sampai saat ini tak seorang pun mengetahui sejak kapan orang mulai melakukan kegiatan memanah. Ribuan tahun lalu memanah sudah dipakai dalam mempertahankan hidup. Berburu hewan untuk bertahan hidup lebih dari 100.000 tahun yang lalu sudah digunakan oleh suku yang ada di Mesir. Ahli purbakala Mesir juga telah menemukan buku seorang prajurit Mesir kuno, sekitar 2100 tahun sebelum masehi yang meninggal karena ditembus anak panah. Dari tahun 1600 masehi, busur dan panah merupakan senjata utama setiap negara untuk berperang. Sebagaimana berbagai suku yang tinggal di hutan, terutama di hulu sungai Amazon, suku di pedalaman Srilanka, suku Dayak di Indonesia dan berbagai suku lain di dunia. Islam sebagai agama yang lengkap dan sempurna sebenarnya telah menggunakan busur dan panah ketika berperang menghadapi musuh kaum kafir Quraisy. Rasulullah sendiri sangat menyukai latihan memanah.

Setiap hari Uqbah bin Amir Al Juhani keluar dan berlatih memanah. Kemudian ia meminta Abdullah bin Zaid agar mengikutinya, namun sepertinya ia nyaris bosan. Maka Uqbah berkata; “Maukah kamu aku kabarkan sebuah hadits yang aku dengar dari Rasulullah SAW?”, ia menjawab; “Mau”, Uqbah berkata; “Saya telah mendengar beliau bersabda; ‘Sesungguhnya Allah Azza Wajalla akan memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah; orang yang saat membuatnya mengharapkan kebaikan, orang yang menyiapkannya di jalan Allah serta orang yang memanahkannya di jalan Allah’. Beliau bersabda; ‘Berlatihlah memanah dan berkuda, dan jika kalian memilih memanah, maka hal itu lebih baik daripada berkuda’.” (HR. Ahmad)

Rasulullah memiliki senjata panah yang sekaligus dijadikan sebagai salah satu senjata utama dalam berperang. Sedikitnya Rasulullah memiliki 6 busur panah yang diberi nama az-Zawra , ar-Rauha, as-Safra, al-Bayda, al-Katum dan as-Saddad (Simak senjata milik Rasulullah lainnya). Busur dan panah yang dipunyai Rasulullah SAW. ini ternyata pernah dipakai dalam perang uhud. Dimana salah satu panah yang diberi nama al-Katum rusak dan diambil oleh sahabat Qatadah bin an-Nu’man dan as-Saddad. Begitu strategisnya aktivitas memanah ini, sampai Rasulullah memerintahkan umatnya untuk belajar memanah.

“Kamu harus belajar memanah. Karena memanah itu adalah sebaik-baik permainanmu.” (HR. Imam Bazzar dan Imam Thabrani)

Menurut para ulama bahwa memanah paling tidak akan mendapat sebuah keuntungan dari aspek jasmani. Seperti perintah Allah Azza Wajalla yang menyeru umat manusia untuk memperhatikan aspek jasmaninya.

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”. (QS. Al Anfal : 60)

Dalam sejarah perkembangan agama islam ada sebuah perlakuan khusus bagi mereka yang mahir dalam menggunakan panah dalam berperang. Mereka akan mendapatkan kedudukan yang istimewa dari sang khalifah. Seperti sahabat Saad bin Abi Waqqash bersama Thalhah bin Ubaidillah yang menjadi tameng terdepan ketika melindungi dan menyelamatkan Rasulullah dari serbuan kaum kafir Quraisy. Saad bin Abi Waqqash selalu mengikuti peperangan bersama Rasulullah. Diceritakan dalam perang uhud, Rasulullah berkata pada Saad;

“Wahai Saad lepaskanlah anak panahmu, maka ayah dan ibuku sebagai tebusanmu.”

Dengan seketika Saad melepaskan anak panahnya dan tepat mengenai pelipis pasukan kaum kafir Quraisy hingga terjatuh dan kemudian mati. Pada satu kesempatan Saad berkata;

“Aku adalah orang ketiga yang paling dulu masuk islam, dan aku adalah orang yang pertama kali memanah musuh di jalan Allah Azza Wajalla.”

Allah telah menjadikan Saad sebagai orang yang menyebabkan turunnya salah satu ayat dalam Al Quran. Dimana Allah SWT. menurunkan surat Luqman ayat ke-15;

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman : 15)

Saad bin Abi Waqqash selalu teringat akan doa Rasulullah yang ditujukan kepadanya.
“Ya Allah, tepatkanlah lemparannya dan kabulkanlah doanya.”

Allah Azza Wajalla mengabulkan doa nabi-Nya itu. Maka Saad bin Abi Waqqash Ra. pun menjadi pemanah yang selalu jitu dan doanya selalu dikabulkan Allah Azza Wajalla. Karena prestasi dan keahliannya dalam memanah, suatu ketika pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, Saad diangkat menjadi panglima perang atas usulan Abdurrahman bin Auf. Abdurrahman bin Auf berkata kepada Umar;

“Sebaiknya kamu mengutus seseorang yang memiliki cakar seperti singa. Dan dia adalah Saad bin Abi Waqqash”.

Kepahlawanan Saad bin Abi Waqqash tertulis dengan tinta emas saat memimpin pasukan islam melawan tentara Persia. Itulah kehebatan sang pemanah Saad bin Abi Waqqash. Dan saat menjelang wafatnya, Saad meminta pada puteranya agar mengkafani dengan jubah yang ia gunakan dalam perang badar. Saad mengatakan bahwa ia ingin bertemu dengan Allah dengan mengenakan jubah yang dipakainya dalam perang tersebut. Saad meninggal dunia dalam usia mencapai 80 tahun di sebuah istana miliknya, 7 mil dari Madinah pada tahun 55 hijriah dan dimakamkan pada pemakaman Baqi yang berseberangan dengan masjid Nabawi.

Dunia panah memanah pada perkembangan zaman telah banyak mengalami perubahan. Menurut para peneliti di bidang panah memanah, bahwa busur panah mempunyai beberapa jenis. Adapun beberapa jenisnya adalah sebagai berikut;

1. Recurve Bow

Recurve Bow yang banyak digemari para pemanah
Recurve Bow yang banyak digemari para pemanah
Busur jenis ini dijadikan sebagai standar bagi kompetisi di dunia internasional. Busur jenis ini memiliki ciri khas berupa bagian busurnya yang melengkung. Bentuk busur seperti ini biasanya disukai oleh para pemanah karena bisa bergerak dengan leluasa membidik sebuah sasaran. Busur ini sangat cocok dan populer di kalangan pasukan pemanah berkuda.

2. Yumi

Yumi yang merupakan panah tradisional Jepang
Yumi yang merupakan panah tradisional Jepang
Jenis busur ini merupakan busur tradisional yang berasal dari Jepang. Yumi digunakan dalam seni panahan Jepang, yaitu Kyudo dan pada zamannya merupakan senjata yang digunakan oleh para samurai dalam peperangan. Yumi memiliki bentuk khas, yaitu asimetrik dan memiliki dimensi panjang sekitar 2 meter.

3. Gungdo

Gungdo merupakan panah unik yang berasal dari Korea
Gungdo merupakan panah unik yang berasal dari Korea
Lain lagi dengan jenis busur yang satu ini. Gungdo merupakan jenis busur yang berasal dari Korea. Bentuk busur ini melengkung membentuk huruf C dan digunakan dalam pertempuran sejak abad ke-19.

Penggunaan busur panah mempunyai sebuah kelebihan. Dimana salah satu kelebihannya bisa menembus baju anti peluru. Berbeda dengan senjata api berupa pistol. Dimana senjata ini tidak bisa menembus baju anti peluru. Pada era keemasan islam, anak panah banyak yang dibuat dari kayu dan dipadukan dengan bulu angsa atau elang. Dan ternyata bahan inilah yang banyak disukai. Karena anak panahnya cukup kecil untuk mengurangi gesekan dengan udara. Peralatan penunjang lainnya adalah kantong anak panah dan cincin ibu jari yang digunakan untuk menarik panah. Senjata ini memiliki daya jangkau lebih dari 500 meter dan dapat menembus baju besi dari jarak 150 meter. Dan alat ini banyak digunakan dalam peperangan ketika islam mencapai puncak keemasan yaitu pada abad ke-6 hijriah.

Berdasarkan fakta sejarah, yang pertama kali mengembangkan panahan adalah orang-orang Mesir kuno yang menggunakan panahan sebagai alat berburu dan perang sekitar tahun 7500 sebelum masehi. Alat panahan Mesir kuno cukup besar dan disimpan diatas kereta kuda dan diperlukan dua orang untuk menggunakannya. Di kawasan Asia panahan juga cukup lama dipraktekkan. Di Cina misalnya, panahan sudah dikenal sejak dinasti Shang. Pada waktu itu dibutuhkan tiga orang untuk menggunakannya di atas kereta kuda. Pada abad ke-6 Cina memperkenalkan seni panahan ke Jepang yang kemudian disebut dengan Kyujutsu atau seni memanah. Dan saat ini perlahan di Jepang dikembangkan menjadi dua bentuk, yaitu kyudo dan yabusame. Kyudo dan yabusame merupakan metode fisik dan spiritual dalam memanah. Dimana pemanah nantinya akan dilatih menembak dengan sasaran tembak 36 meter.

Setelah mengalami berbagai perkembangan dalam dunia panahan dari waktu ke waktu, ternyata panahan juga banyak didesain dan dipengaruhi oleh berbagai kebudayaan pada masa alat itu dibuat. Adapun desain panah yang umum sekaligus banyak digunakan di beberapa negara, yaitu panah yang terbuat dari kayu dengan sedikit dikombinasikan dengan tulang yang mana pada saat itu sudah bisa digunakan oleh bangsa Inggris kuno dan beberapa negara di Asia. Sementara itu pada masa sekarang untuk membuat sebuah panahan, ternyata alatnya banyak didominasi oleh bahan plastik, karbon dan material sintetik atau bahan campuran. Dengan perkembangannya, panahan juga dikenal dalam film. Banyak aktor yang memerankan dan memperlihatkan kecakapan dalam menggunakan alat ini. Sebut saja Arjuna dalam sejarah Mahabarata yang cukup terkenal di India dan juga Robin Hood dalam cerita rakyat Inggris.

Alhamdulillah Telah Hadir Kaos Terbaru dari IbnuSyamil Yaitu
– IBN35 – Archer Boys
– IBN36 – Little Hijabers Archer
Yang Siap Menemani Sobat IbnuSyamil dalam melakukan olahraga Panahan ini

Ayoo Ayah, Bunda Serta Sobat IbnuSyamil Beli Sekarang Juga Sebelum Kehabisan 🙂

Klik Disini
http://qopi.me/PSNArchery
http://qopi.me/PSNArchery
http://qopi.me/PSNArchery

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x

We use cookies to give you the best online experience. By agreeing you accept the use of cookies in accordance with our cookie policy.

Privacy Settings
NameEnabled
Technical Cookies
In order to use this website we use the following technically required cookies: wordpress_test_cookie,wordpress_logged_in_,wordpress_sec.
Cookies
We use Cookies to give you a better website experience.